Social Icons

Pages

Tampilkan postingan dengan label mati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mati. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 September 2014

Misteri Pompeii Ilmuwan Kuak Jejaring Sosial di Kota Mati

Pada 24 Agustus tahun 79, Gunung Vesuvius meletus dahsyat. Awan panas, batuan dan abu membara menghujam ke dua kota, Pompeii dan Herculaneum. Tragisnya, justru abu itu mengabadikan saat-saat terakhir para penduduknya. 


Sekitar 1.600 tahun kemudian, secara tak sengaja keberadaan Pompeii ditemukan. Penggalian arkeologis menemukan jasad-jasad manusia yang diawetkan oleh abu, dengan segala pose. Menguak jalanan beku, tempat pelacuran yang dipenuhi fresko erotis, dan banyak bukti peradaban kala itu. Ini sekaligus menjadi pelajaran, sepandai-pandainya manusia, ia bisa takluk oleh alam.

Baru-baru ini ilmuwan kembali menguak rahasia Pompeii. Salah satunya keberadaan jejaring sosial kuno mirip Facebook masa kini. Bedanya, pesan-pesan itu terukir di dinding-dinding rumah penduduk. 
Di permukaan dinding, orang-orang menggoreskan pesan atau menulis dengan arang, di antaranya salinan kutipan sastra atau berbalas salam antar teman.



Analisis terbaru juga menguak keberadaan pesan kampanye para kandidat politik yang ingin meraup suara. Yang terutama mengincar dinding rumah megah orang-orang kaya.


"Setiap calon bisa memilih lokasi manapun dan memasang iklan mereka dengan cara melukisnya di dinding," kata arkeolog University of Helsinki, Eeva-Maria Viitanen kepada LiveScience, seperti dilansirSudan Vision Daily, Senin (14/1/2013). "Bagian depan rumah-rumah pribadi dan bahkan jalan didepan mereka dikuasai dan dikelola oleh pemilik rumah."

Iklan politik
Untuk mempersempit studi para peneliti fokus pada dua area pemukiman di sisi berbeda, dan satu kawasan bisnis. Ditemukan lebih dari 1.000 pesan politik di dinding-dinding rumah. Kebanyakan dari tiga abad terakhir sebelum Pompeii musnah. Kebanyakan adalah pesan sederhana, hanya berisi nama dan kantor tempat kandidat bekerja. "Kadang ditambahi atribut, seperti "orang baik" atau "layak jadi pejabat"," kata Viitanen. Ada juga salah satu kandidat berkoar soal kemampuannya memanggang roti.

Iklan lain diketahui disponsori oleh kelompok-kelompok pendukung calon tertentu, termasuk organisasi pencopet, pemabuk larut malam, dan pencuri kecil-kecilan. "Membuat kita bertanya-tanya apakah kandidat mereka benar-benar layak dipilih," ujar Viitanen.

Para peneliti menduga, para politisi menginginkan banyak orang membaca iklannya. Kampanye mereka hampir selalu ditemukan di wilayah bisnis. Demikian dilaporkan Viitanen di pertemuan Archaeological Institute of America di Seattle, Amerika Serikat.

Yang kedua, yang lebih mengejutkan, ahli menemukan bahwa tempat paling populer untuk iklan adalah rumah-rumah pribadi orang kaya, daripada bar atau toko-toko yang didatangi banyak pengunjung.

Sekitar 40 persen dari iklan berada di rumah bergengsi. Jelas kandidat bersaing mendapat ruang beriklan di rumah orang kaya. Namun belum jelas mengapa rumah megah orang berduit itu jadi lokasi favorit.

Buang hajat di ruang atas
Penelitian lain terkait Pompeii juga dilakukan Kate Trusler, kandidat doktor antropologi dari University of Missouri. Penelitiannya mengungkap, penduduk kota itu naik ke lantai atas untuk buang hajat.

Hal tersebut disimpulkan dari keberadaan pipa vertikal. "Kami menemukan 23 toilet di lantai atas yang terkait dengan pipa-pipa di bawah. 


Peneliti sebelumnya yang bekerja di Pompeii sering menyatakan bahwa ada toilet di hampir setiap rumah. Namun hanya rumah-rumah di Kawasan 6 -- sebutan para arkeolog - yang ditemukan memiliki toilet. Atau hanya sekitar 43 persen jumlah keseluruhan toilet. Lainnya hanya ditemukan pipa-pipa vertikal dari lantai atas yang hancur akibat letusan Vesuvius.

Keyakinan para ahli diperkuat adanya jejak feses dan parasit usus manusia di pipa-pipa vertikal tersebut.


Sumber

Selengkapnya

Rabu, 12 Maret 2014

Lahad Datu Seorang Lagi Pengganas Ditembak Jadikan 62 Musuh Ditembak Mati

Lahad Datu


LAHAD DATU – Seorang lagi pengganas Sulu dari selatan Filipina ditembak mati oleh pasukan keselamatan dalam Operasi Daulat di Kampung Tanjung Batu di sini hari ini, menjadikan jumlah keseluruhan musuh yang terbunuh kepada 62 orang.
Panglima Medan Tentera Darat Lt Jen Datuk Seri Zulkiple Kassim berkata dua pertempuran berlaku hari ini iaitu pada 9.55 pagi dan 10.15 pagi apabila pasukan keselamatan bertembung sekumpulan musuh di kawasan itu.
“Pada 10.15 pagi kita sekali lagi bertembung dengan musuh dan salah seorang daripada mereka berjaya dibunuh manakala tiga yang lain melarikan diri,” katanya dalam sidang media bersama Pesuruhjaya Polis Sabah Datuk Hamza Taib di markas operasi Felda Sahabat 16, pada kira-kira 11 pagi, di sini.
Zulkiple berkata tiga lagi musuh itu dipercayai masih berada di kawasan Tanjung Batu dan pasukan keselamatan sedang giat menjejaki mereka.
“Mayat musuh yang dibunuh itu hanya akan dikeluarkan apabila keadaan benar-benar selamat,” katanya.
Beliau berkata operasi pembersihan masih giat dijalankan di Kampung Tanduo dan Tanjung Labian, sebelum penduduk dibenarkan untuk kembali ke kampung masing-masing dalam tempoh terdekat.
Pasukan keselamatan juga sedang giat memeriksa dan menggeledah rumah-rumah di kawasan operasi bagi memastikan tiada musuh berlindung di kediaman penduduk, kata Zulkiple.
Dalam pada itu Hamza berkata, musuh kini dipercayai bergerak dalam kumpulan kecil di sekitar Kampung Tanjung Batu.
Beliau berkata orang ramai diminta menyalurkan maklumat kepada pasukan keselamatan bagi memudahkan usaha menjejaki saki-baki kumpulan militan tersebut dan tidak memasuki kawasan zon merah demi keselamatan. – BERNAMA
Selengkapnya